Pengembangan Ekowisata Pantai Berbasis Edukasi Lingkungan Di Desa Muntai Barat Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

Authors

  • Nurjanah Nurjanah Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.46730/jcspa.v2i4.58

Keywords:

ekowisata, edukasi lingkungan, abrasi pantai

Abstract

Pembangunan pariwisata berbasis pengelolaan lingkungan merupakan salah satu sarana edukasi dan pendidikan karakter. Ekosistem di lingkungan pesisir pantai telah banyak memberikan manfaat pada aspek ekonomi, sosial budaya lokal. Namun, di sisi lain berdampak negatif pada lingkungan pesisir yang semakin memburuk akibat abrasi. Salah satu bentuk kepedulian lingkungan adalah peran Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan yang telah membangun jembatan sepanjang 800 meter menuju laut sebagai wisata baru meskipun tingkat abrasinya tinggi, karena wisatawan hanya tertarik pada jembatan yang mengarah ke laut bertemu dengan bebatuan sebagai pemecah gelombang. Namun kondisi bibir pantai sangat memprihatinkan akibat abrasi. Meskipun usaha penanam mangrove sudah dilakukan, namun belum berhasil. Tujuan kegiatan ini untuk menghasilkan solusi pelestarian pantai melalui tanaman mangrove sebagai ekowisata berbasis edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Metode digunakan melaui pendampingan, pelatihan dan praktek langsung bersama mahasiswa KKN Integrasi kepada mitra dan kelompok sasaran. Solusi dalam pelaksanaan pengabdian adalah melakukan disukusi bersama tim CDO pertamina. Hasil diskusi antara lain selain penanaman bibit api-api dan penyusunan batu pemecah ombak, juga inovasi akan dikembangkanya Trimba (Triangle mangrove barrier) terbuat dari kayu nibung sebagai pemecah ombak. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan sukses dalam pengembangan mangrove sebagai ekowisata dalam meningkatkan ekonomi berbasis ekonomi kreatif

Downloads

Published

2022-10-28

Issue

Section

Articles