Strategi Pembelajaran Pada Masa Pandemi di Kampung Rantau Panjang
DOI:
https://doi.org/10.46730/jcspa.v2i3.47Keywords:
During, Luring, online, optimal .Abstract
Maret 2020 adalah bulan awal Indonesia digemparkan dengan penyebaran Covid-19. Salah satu virus yang berbahaya dan mematikan. Akibatnya banyak sektor pemerintahan baik pusat maupun daerah serta perusahaan mengalami kendala. Pegawai dan karyawan harus bekerja secara online atau WFH (Work From Home). Semua aktivitas secara tatap muka berganti menjadi online. Dunia pendidikan juga mengalami dampak yang sama. Semua jenjang pendidikan di Indonesia harus melakukan pembelajaran secara online. Yang tidak bisa dipungkiri, diatas 50 persen pelajar dan mahasiswa berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Akibatnya, minimnya perangkat untuk mendukung pembelajarn secara online, baik itu yang dimiliki oleh murid, mahasiswa mapun tenaga pengajar. Maka, agar pembelajaran tetap bisa berjalan secara optimal, tentunya guru harus dapat menerapkan starategi pembelajarn yang berbeda. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik dikampung rantau panjang adalah pembelajaran jarak jauh dengan metode daring dan luring. Sistem pembelajaran secara daring dilakukan melalui aplikasi grub dimedia sosial maupun aplikasi lainnya. Sedangkan, pembelajaran sistem luring dilakukan melalui metode langsung atau tatap muka dengan cara mengunjungi rumah masing-masing siswa secara bergantian.